Gara-gara Ikut Demo, Guru Honorer Dipecat

CPNS.INFO - . Tim CPNS.INFO kali ini akan mengabarkan informasi dgn judul Gara-gara Ikut Demo, Guru Honorer Dipecat. Semoga bermanfaat bagi masyarakat umum yang berminat untuk mengikuti ini. Perlu Pengunjung ketahui bahwa semua postingan yang berada di blog CPNS.INFO ini didapatkan dari berbagai sumber resmi seperti Kemenpan-RB, BKN, Panselnas CPNS, dan sumber terpercaya lainnya berkaitan informasi dan Seleksi . Bagi pengunjung blog CPNS.INFO ternyata judul postingan Gara-gara Ikut Demo, Guru Honorer Dipecat belum memenuhi keinginan, silahkan mengetikkan di kotak pencarian di atas judul postingan ini.

Gara-gara Ikut Demo, Guru Honorer Dipecat

Guru Honorer. Nasib tragis dialami seorang guru honorer yang sudah mengabdi belasan tahun di SD Negeri 103010 Sipenggeng, Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut.

Partahanan Siregar dipecat oleh pihak sekolah gara-gara pernah ikut aksi unjuk rasa. Kepala sekolah (Kasek) tidak mau lagi menerbitkan SK tahun 2016 kepada dirinya. Alasannya, Pertahanan pernah ikut demo bersama Persatuan Guru Honor Komite (PGHK) Paluta pada November 2015 lalu.

guru honorer dipecat

“Kata kepala sekolah, saya dulu pernah ikut demo. Itulah alasan utamanya kenapa dia tidak menerbitkan SK saya,” ujar Partahanan Siregar seperti diberitakan Metro Tabagsel (Jawa Pos Group) hari ini.

Diceritakan Partahanan, pada Jumat (12/2) lalu, ia menemui kepala SD 103010 Sipenggeng Nurma Ana Harahap Spd. Dalam pertemuan itu, kasek bersikeras tidak mau lagi menerbitkan SK perpanjangan dirinya sebagai honorer.

“SK tidak lagi diterbitkan, karena kau itu ikut demo,” ujar Partahanan Siregar menirukan perkataan kasek.

Dia mengaku sudah 16 tahun mengajar di sekolah itu, yakni sejak tahun 1999. Namun, terhitung sejak tanggal 12 Februari 2016, dia sudah tidak mengajar lagi di sekolah itu atau sejak SK-nya tidak diperpanjang lagi.

Partahanan mengakuinya memang pernah ikut aksi demo. Namun, dalam  benaknya, ia berpikir menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka umum diatur dalam peraturan dan perundang-undangan.

Hal itu dibenarkan Ketua Komite SD Negeri 103010 Sipenggeng Mardan Harahap. Ia mengatakan, kepala sekolah Nurma Ana Harahap sudah tidak mau lagi menerbitkan SK perpanjangan Partahanan Siregar.

Ia juga mengakui sudah berulang kali melakukan mediasi dan mempertanyakan alasan pemecatan Partahanan Siregar kepada kasek. Namun kepala sekolah bersikeras tidak mau lagi menerbitkan SK nya dengan alasan pernah ikut demo honorer.

Terpisah Kadis Pendidikan Paluta Drs Umar Pohan Msi kepada Metro Tabagsel mengaku baru mengetahui adanya informasi pemecatan salah satu guru honorer itu.

Namun ia belum mengkonfirmasi dan mempertanyakan latar belakang pemacetan itu kepada kepala sekolah bersangkutan.“Belum tahu apa penyebabnya, nanti akan kita tindaklanjuti dan meminta penjelasan dari kepala sekolahnya,” ujarnya.

Sementara, kepala sekolah Nurma Ana Harahap belum berhasil dikonfirmasi, sebab seluler yang bersangkutan sedang tidak aktif. (ais/sam/jpnn)
sumber: http://www.jpnn.com/read/2016/02/18/357832/Guru-Honorer-Dipecat-Gara-gara-Ikut-Demo-

PENTING!!!
Persiapkan diri Anda dalam mengikuti seleksi cpns 2018
Dapatkan materi resmi SKD dan SKB CPNS 2018 serta ikuti latihan tryout cat cpns 2018
Pendaftaran member cpnsonline silahkan klik ini PENDAFTARAN CPNSONLINE


DISCLAIMER

1. CPNS.INFO merupakan Portal Kumpulan Berita CPNS dari berbagai media baik cetak maupun online seperti Kemenpan-RB, BKN, Panselnas CPNS, dan Media terpercaya lainnya.
2. Semua Informasi berita dalam portal cpns.info merujuk pada sumber informasi media yang dituliskan linknya pada setiap akhir posting.
3. Portal CPNS.INFO ini bukan milik pemerintah, Kehadiran CPNS.INFO merupakan bagian partisipasi masyarakat dalam rangka pelaksanan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat luas terkait informasi cpns (UU 14/2008).
4. Pengelola CPNS.INFO tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan informasi yang terdapat didalam portal CPNS.INFO ini oleh pihak lain baik sebagian atau seluruhnya.

2 Responses to "Gara-gara Ikut Demo, Guru Honorer Dipecat"