Pengumuman Resmi
Seleksi Penerimaan CPNS Periode 2 Tahun 2017
61 Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Provinsi

*Sumber resmi: sscn bkn, kemenpanrb, dan kementerian terkait 
Instansi Tautan Lampiran Ralat
01 Arsip Nasional Republik Indonesia Download Revisi Lampiran Ralat
02 Badan Ekonomi Kreatif Download Revisi Lampiran  
03 Badan Informasi Geospasial Download Lampiran  
04 Badan Intelijen Negara Download Lampiran  
05 Badan Keamanan Laut RI Download Lampiran  
06 Badan Kepegawaian Negara Download Lampiran  
07 Badan Kependudukan dan KB Nasional Download Lampiran  
08 Badan Koordinasi Penanaman Modal Download Revisi Lampiran Ralat
09 Badan Meteorologi,Klimatologi & Geofisika Download Lampiran  
10 Badan Narkotika Nasional Download Lampiran  
11 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Download Lampiran  
12 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Download Lampiran  
13 Badan Nasional Penempatan Perlindungan TKI Download Lampiran  
14 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Download Lampiran  
15 Badan Pengawas Obat dan Makanan Download Lampiran  
16 Badan Pengawas Tenaga Nuklir Download Lampiran  
17 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Download Revisi Lampiran Ralat
18 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Download Lampiran  
19 Badan Tenaga Nuklir Nasional Download Revisi Lampiran Ralat
20 Kejaksaan Agung Download Lampiran  
21 Kementerian Agama Download Revisi Lampiran  
22 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN Download Lampiran  
23 Kementerian Badan Usaha Milik Negara Download Lampiran  
24 Kementerian Desa, Pem Daerah Tertinggal dan Trans Download Lampiran  
25 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Download Lampiran  
26 Kementerian Kelautan dan Perikanan Download Lampiran  
27 Kementerian Kesehatan Download Lampiran  
28 Kementerian Ketenagakerjaan Download Lampiran  
29 Kementerian Keuangan Download Lampiran  
30 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Download Revisi Lampiran Ralat2  Ralat3
31 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Download Revisi Lampiran Ralat
32 Kementerian Koordinator Bidang Polhukam Download Lampiran  
33 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Download Revisi Lampiran  
34 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Download Lampiran  
35 Kementerian Luar Negeri Download Lampiran  
36 Kementerian Pariwisata Download Lampiran  
37 Kementerian Pekerjaan Umum dan Per. Rakyat Download Lampiran  
38 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Per. Anak Download Lampiran  
39 Kementerian Pemuda dan Olahraga Download Lampiran  
40 Kementerian PANRB Download Lampiran  
41 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Download Lampiran  
42 Kementerian Perdagangan Download Lampiran  
43 Kementerian Perencanaan Pem. Nasional/Bappenas Download Lampiran  
44 Kementerian Perhubungan Download Lampiran  
45 Kementerian Perindustrian Download Lampiran  
46 Lembaga Sandi Negara Download Lampiran  
47 Kementerian Pertanian Download Revisi Lampiran Ralat
48 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Download Lampiran  
49 Kementerian Sekretariat Negara dan Kabinet Download Revisi Lampiran Ralat
50 Kementerian Sosial Download Revisi Lampiran  
51 Kepolisian Negara Download Lampiran  
52 Lembaga Administrasi Negara Download Lampiran  
53 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Download Lampiran  
54 Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah Download Revisi Lampiran  
55 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Download Lampiran  
56 Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Download Lampiran  
57 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Download Lampiran  
58 Sekretariat Jenderal DPR Download Lampiran  
59 Sekretariat Mahkamah Konstitusi Download Revisi Lampiran  
60 Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Download Revisi Lampiran Ralat
61 Kementerian Pertahanan Download Lampiran  
Hasil Seleksi Administrasi
CPNS KEMENKUMHAM DAN MAHKAMAH AGUNG
Periode 1 Tahun 2017
Instansi
Administrasi
Lokasi Tes
1
CPNS Kemenkumham (SMA/D3)
Download Download
2
CPNS Kemenkumham (S1-Dokter)
Download Download
3
Calon Hakim (Cakim) Mahkamah Agung
Info terbaru Info terbaru

PENTING!!!
Persiapkan diri Anda dalam mengikuti seleksi cpns 2017
Dapatkan materi resmi SKD dan SKB CPNS 2017 serta ikuti latihan tryout cat cpns 2017
Pendaftaran member cpnsonline silahkan klik ini PENDAFTARAN CPNSONLINE

 

SIlahkan Download link di bawah ini
Buku Resmi Petunjuk Pendaftaran SSCN BKN CPNS 2017

Kompetisi dan Daya Saing Birokrasi

CPNS.INFO - . Redaksi cpns.info kali ini akan mengabarkan informasi dgn judul Kompetisi dan Daya Saing Birokrasi. Semoga bermanfaat bagi masyarakat umum yang berminat untuk mengikuti ini. Perlu Pengunjung ketahui bahwa semua postingan yang berada di blog CPNS.INFO ini didapatkan dari berbagai sumber resmi seperti Kemenpan-RB, BKN, Panselnas CPNS, dan sumber terpercaya lainnya berkaitan informasi dan Seleksi . Bagi pengunjung blog CPNS.INFO ternyata judul postingan Kompetisi dan Daya Saing Birokrasi belum memenuhi keinginan, silahkan mengetikkan di kotak pencarian di atas judul postingan ini.

Kompetisi dan Daya Saing Birokrasi

Kompetisi dan Daya Saing Birokrasi.

Perkembangan pelayanan publik di  Tanah air memang masih belum dapat dikatakan berubah lebih baik dari tahun ke tahun. Hasil survei dari sejumlah lembaga survei internasional dan kalangan organisasi non-pemerintah yang diutarakan oleh Ombudsman pada bulan Desember tahun kemarin menunjukkan Indonesia hanya berada di urutan ke-121 dari 125 negara. Ada Lembaga lain pula yang menempatkan Indonesia di urutan ke-117 dari 120 negara. Ujung-ujungnya birokrasi pelayanan publik yang menjadi kambing hitam sebab mereka yang selama ini paling bertanggungjawab terhadap kegiatan utama memberikan layanan kepada masyarakat.

Geliat reformasi birokrasi kini pun masih terlihat stagnan jika kita mencoba menghubungkan antara birokrasi dengan kegiatan ekonomi, misalnya bagaimana ribetnya prosedur dan lama waktu pengurusan melalui birokrasi kita.

Melalui laporan Doing business 2014 birokrasi Indonesia tertinggal cukup jauh dibandingkan negara-negara tetangga lain lain. Indonesia sendiri menempati urutan 120 dari 189 negara yang disurvei, Filipina pada pertingkat 108, Vietnam 99, Malaysia 6 bahkan Singapura jauh mengungguli kita dengan menyabet peringkat 1. Jika dijabarkan lewat satu elemen pengukuran saja yaitu ease of doing business ditandai dengan kemudahan prosedur dan lama pengurusan sendiri maka birokrasi Republik ini memiliki 10 prosedur dan memakan waktu 48 hari. Coba bandingkan dengan Singapura yang hanya memiliki 3 prosedur dan memakan waktu cuma 2,5 hari saja.

Bayangkan hal tersebut, kemampuan birokrasi kita sangat jauh tertinggal dari Singapura. Bahkan ekstrimnya birokrasi kita tak akan mampu bersaing dengan Singapura yang sangat responsif pada dunia usaha, padahal tantangan ke depan sangat berat perdagangan bebas antarnegara ASEAN juga akan segera dimulai dan tetap saja birokrasi kita yang menjadi penghambat. Bisakah kita menghadapi Vietnam? Malaysia? Singapura? tentu saja tidak akan pernah bisa jika birokrasi kita tak berubah dan tak mempunyai keunggulan kompetitif.  

Catatan buruk birokrasi ini menambah panjang gagalnya pemerintah dalam membangun Republik ini sebagai welfare state dengan birokrasi sebagai alat implementasi utama. Contoh pelayanan dasar menunjukkan implementasi secara masif asuransi kesehatan melalui penerapan jaminan kesehatan nasional (JKN) tentu masih belum banyak diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat akibat problem birokrasi yang kurang sosialisasi dan kurang responsif pada kepentingan masyarakat. Anggaran pendidikan yang sudah mencapai 20% dari APBN ternyata belum mampu meningkatkan kecerdasan anak-anak Indonesia, beberapa survei menunjukkan justru menunjukkan rendahnya angka partisipasi pendidikan hingga rendahnya minat baca, bahkan itupun masih belum digerogoti oleh dugaan korupsi dana pendidikan hingga ke daerah-daerah yang semakin memberatkan masyarakat.

Birokrasi yang korup, birokrasi yang berbelit-belit, serta birokrasi yang tidak responsif rupanya masih saja menjadi penyakit. Masalah besar adalah birokrasi sudah mengakar di masyarakat kita, semua hal hampir memerlukan birokrasi (dari lahir hingga mati). Jadi sudah jelas birokrasi memiliki peran dalam masyarakat, jika birokrasi buruk maka masyarakat pun akan menerima kerugiannya, kalau sudah begini masyarakat akan semakin tertinggal dengan kemajuan Bangsa lain, keuntungan masyarakat dihabisi oleh birokrasi.  

Baru-baru ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birorkrasi (Kemenpan-RB) setidaknya mencoba untuk menyuntikkan semangat baru untuk mengatasi buruknya birokrasi, yaitu menyelenggarakan kompetisi inovasi pelayanan publik dan sekaligus mendorong beberapa lembaga pelayanan publik terbaik di Republik ini untuk mengikuti kompetisi internasional bertajuk UNPSA Award 2014. Sebagai masyarakat awam kita juga perlu sedikit untuk memberikan dukungan kepada pemerintah, kita pun yang akan diuntungkan jika birokrasi kita berkembang. Kemenpan-RB sendiri juga membuat kompetisi antar birokrasi di daerah maupun pusat yang kini sudah menghasilkan 99 inovasi dari 515 proposal inovasi dan pada proses selanjutnya akan dihasilkan 33 top inovasi yang dapat menjadi best practice bagi lembaga pelayanan publik lainnya. Anggota tim penilai kompetisi bukan merupakan orang sembarangan, jadi kompetisi ini bukan membeli kucing dalam karung.

Deretan nama mulai dari J.B. Kristiadi (Dosen FISIP UI), Dadan S. Suharmawijaya (Peneliti JPIP), Anggota Litbang Bambang Setiawan (Litbang Kompas), Sofyan Effendi (Guru Besar UGM) hingga Siti Zuhro (Guru Besar LIPI) menunjukan tim penilai merupakan seorang pakar yang sudah tidak diragukan lagi kapasitasnya. Di kompetisi lain dengan kelas internasional Pemerintah melalui kemenpan reformasi birokrasi telah berusaha memberikan dukungan langsung kepada seluruh lembaga baik di lingkungan Kementerian/Lembaga di tingkat pusat sampai unit-unit di tingkat daerah untuk berpartipasi dalam kompetensi internasional yang digagas oleh PBB yang dikenal dengan United Nation Public Service Award (UNPSA). Sampai sejauh ini terdapat Sembilan lembaga pelayanan publik indonesia yang masuk ke putaran kedua UNPSA 2014, yaitu LPSE Kementerian Pekerjaan Umum,  UPIK Kota Yogyakarta, Dinas Dukcapil Kota Surakarta, LPSE Kabupaten Luwu Utara, Pelayanan Terpadu Kabupaten Barru, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, P2T Provinsi Jawa Timur, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, serta Larasita Kantor Pertanahan Karanganyar. Setidaknya kita dapat berharap bahwa jika ada lembaga yang menjadi pemenang maka akan menjadi pemacu bagi lembaga lain untuk meningkatkan pelayanan publik.

Memang dari hasil kompetisi internasional birokrasi inovatif kita sementara ini hanya mampu masuk ke dalam putaran kedua (masih menunggu proses selanjutnya) dan belum pernah memenangkan award pada kategori apapun. Hal yang cukup memalukan karena kita banyak kalah bersaing dari negara-negara Afrika seperti Kenya, Nigeria, Botswana, bahkan Etiopia pun pernah memenangkan salah satu kategori  pada 2013.

Di Negara berkembang lain pun seperti Pakistan pernah meraih award pada tahun lalu. Pada negara tetangga sendiri pun kita kembali bertekuk lutut, Thailand pernah mendapatkan award  bersama Singapura dengan kategori yang berbeda.   

Dampak Kompetisi: Perubahan

Partisipasi Indonesia dalam kompetisi kaliber internasional serta membuat kompetisi antardaerah sendiri ini harus dijadikan momen untuk mendorong perubahan sektor publik yang masih gundah gulana dengan banyaknya masalah, terutama ini penting bagi masyarakat agar ikut aktif mendorong institusi di daerahnya masing-masing jika dinilai inovatif serta perlu mengkirtik birokrasi di daerah yang masih lamban pelayanannya. Birokrasi harus memfasilitasi aspirasi mereka untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas, bagi pemerintah baik pusat maupun daerah juga hal ini merupakan pressing bagi mereka agar mampu berbuat lebih baik dan keluar dari kebobrokan birokrasi untuk memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat, tentu saja masuknya beberapa instansi dalam putaran ke dua di UNPSA serta hanya 99 proposal dari 515 proposal yang masuk ke Kemenpan-RB ini akan membuat malu lembaga lain yang tak mampu berbuat lebih baik. Alexander Sthyr (2007) lebih menyarankan akan daripada terus-terusan mengungkit keburukan birokrasi lebih baik birokrasi didorong untuk melakukan inovasi.

Kompetisi sendiri bermakna positif jika mampu meningkatkan kinerja masing-masing lembaga akan tetapi akan sangat riskan jika hanya mampu menciptakan fenomena gunung es yakni hanya sebagian kecil  saja yang dapat dinilai secara positif dan banyak hal menjadi terabaikan.
Setidaknya ada macam perubahan yang diharapkan dari persaingan kompetisi ini, pertama, yaitu perubahan pelayanan publik menjadi lebih baik serta yang kedua adalah meningkatnya daya saing birokrasi kita baik dalam melayani masyarakat serta mendorong kegiatan ekonomi nasional.

Dengan event seperti ini sudah seharusnya ada kemauan dari birokrasi untuk menjadi yang lebih baik dari birokrasi lainnya yang pada akhirnya menciptakan kinerja yang lebih baik. Christopher Pollit dan Geert Bouchaert (2011) juga mendorong kompetisi antar lembaga dan bahkan antar individu agar menghasilkan kinerja yang lebih efektif dan efisien.

Kepercayaan Publik

Terpilihanya beberapa lembaga di atas tentu saja menunjukkan adanya upaya perubahan dari dalam birokrasi sendiri dan mungkin masyarakat perlu mengapresiasi jika memang benar-benar bermanfaat bagi mereka, jangan sampai birokrasi yang dinilai inovatif ternyata tak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Masyarakatpun akan acuh pada birokrasi, tak ada pada perubahan baik dan tetap menilai birokrasi sebagai lembaga korup akibatnya jelas, masyarakat akan kecewa serta mengalami distrust berkepanjangan karena tidak ada timbal balik kepercayaan yang seharusnya ada simbiosis mutualisme antara birokrasi dan masyarakat dalam artian yang positif.

Agus Dwiyanto (2011) menyatakan bahwa pemerintah seharusnya memberikan trust kepada publik dengan menyediakan penyerdahanaan prosedur sehingga masyarakat juga merasa tidak ditekan dan disulitkan oleh prosedur yang berbelit-belit sekaligus mengembalikan trust publik kepada pemerintah.

M. Rizki Pratama
Alumnus Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Airlangga Surabaya

PENTING!!!
Persiapkan diri Anda dalam mengikuti seleksi cpns 2017
Dapatkan materi resmi SKD dan SKB CPNS 2017 serta ikuti latihan tryout cat cpns 2017
Pendaftaran member cpnsonline silahkan klik ini PENDAFTARAN CPNSONLINE


Terimakasih, Anda telah membaca informasi terkait tentang Kompetisi dan Daya Saing Birokrasi. Web CPNS.INFO merupakan kumpulan berita-berita terkait informasi cpns yang telah diberitakan dari berbagai media baik cetak maupun online, silahkan merujuk pada situs sumber berita tersebut.

Berlangganan Info CPNS 2017
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

0 Response to " Kompetisi dan Daya Saing Birokrasi "

Posting Komentar